Selasa, 08 Juli 2014

Start and Finish

Semua hal memiliki awalan dan selalu ada akhirnya. Seperti kita manusia, ada kelahiran dan ada kematian, semua berawal dan berakhir dengan tangisan, apakah itu kegembiraan atau kesedihan. Mereka yang menjalani hidup memilik fase dimana selalu melakukan gerakan awal yang variatf yang terkadang hal itu tidak terduga dan tidak direncanakan. dan mereka juga mengakhiri dengan gayanya masing-masing.

Ketika kita memulai sesuatu kita termotivasi untuk memilih langkah awal yang terasa selalu berat dan tidak bisa ditebak kedepannya bakal memilih langkah apa lagi. Hingga sampai ketitik akhir dimana kita bertanya kaget mengapa langkah akhirnya seperti ini.

Saya mencoba untuk mengulas satu pandangan mengenai manusia yang terkadang kurang merasa puas dengan cara mengakhiri suatu keadaan yang sudah dia bangun dari awal. Diawal terasa pahit karena kita masih sangat-sangat bingung. Ditengah kita mulai memikirkan dan tidak buta akan langkah kita selanjutnya. Tetapi di akhir, kita terkadang memilih langkah akhir yang buruk dan hati terasa kurang klimaks dan menyesal mengapa saya memilih langkah ini.

Orang "bijak" berkata, "Penyesalan selalu datang belakangan, yang diawal adalah pendaftaran". Ya kita mendaftar pada suatu rencana yang terkadang kita hanya tau 50% langkahnya kedepan dan hanya 50% tahu bagaimana mengakhiri langkah ini dengan sempurna. Ditengah-tengah kita mendapat tambahan 25% lagi untuk melihat kedepan. Dan dengan langkah yang mulus dan cerdas sebenarnya kita bisa mengakhiri rencana itu dengan 100% mulus dan sesuai dengan harapan.

Banyak orang memiliki rencana yang semuanya selesai tetapi tidak sesuai dengan ekspektasi sehingga mereka melakukan penyesuaian. penyesuaian nya bisa berupa langkah modifikasi ataupun "i Quit!!!". Tidak ada salahnya, yang salah terkadang ada pada ketidak sesuaian memilih moment, provokasi ataupun "ini ternyata bukan saya!!!!"

Point provokasi disini terkadang sangat banyak terjadi di kalangan muda. Kalangan yang mudah bergaul dan cenderung meniru. Saat mereka memilih langkah awal, mereka juga terprovokasi, mereka terprovokasi oleh pandangan orang lain. Sehingga mereka tidak mencocokkan pandangan orang lain tersebut dengan karakteristik awal dan passion mereka. Kebanyakan dari mereka akan mengalami pengalaman sempit yang terkadang mereka tidak terlalu tahu betul akar permasalahan jalan yang mereka jalani. 

Mereka terjebak pada provokasi yang sebenarnya terkadang itu bukan provokasi. Dan ketika mengakhiri salah satu langkahnya, maka akan terasa berat untuk melangkah kembali. Tercampur perasaan takut salah melangkah dan takut akan kekecewaan di langkah akhir lagi. Hal ini bisa terjadi di langkah cinta, pekerjaan dan lainnya.

Pertanyaannya, apakah langkah yang anda ambil sudah sesuai dengan karakter dan situasi? Karakter dan situasi atau moment bisa meminimalisir kekecewaan akhir yang mendalam. Ketika mempertimbangkan hal itu, maka setidaknya kita tidak terlalu menyesal dan malah sangat menikmati. Jangan sampai langkah itu menghentikan langkah-langkah berani anda berikutnya.

berani melangkah berani mengakhiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar